MATERI 2
ELECTRONIC FIELD PRODUCTIONS
TECHNICAL OUTSIDE BROADCAST DEPARTMENT
2020
PERALATAN DAN FUNGSINYA
Jenis – Jenis Switcher EFP
Switcher adalah alat yang digunakan untuk memilih gambar dari beberapa sumber video yang masuk ke vision mixer untuk selanjutnya diolah, dipadukan hingga menjadi hasil yang utuh.
SE 500 Datavideo
SE 900 Data Video
SE 2000 Data video
For A HVS 2000
MCS 8
Sony MVS 3000
SE 2850 Data Video
SWITCHER DATAVIDEO SE-2850
AUX Source Selection
Pemilihan Sumber AUX Output tambahan (AUX) memungkinkan Anda untuk memperbaiki output SDI ke sumber input tertentu. SE-2850 memiliki empat output SDI yang ditentukan pengguna. Satu atau semua output ini dapat diatur sebagai output auxiliary (AUX) melalui opsi menu.
Sumber output AUX dapat dipilih dengan cepat dengan cara berikut :
Pertama tekan dan tahan tombol AUX. Tombol Input 1 dan 2 pada baris Program akan menyala merah.
Sambil masih menahan tombol AUX, tekan tombol Input 1 atau tombol Input 2 pada baris Program.
Tombol input yang ditekan (1 atau 2) pada baris Program sekarang akan berkedip merah bersama dengan salah satu tombol input pada baris Preset yang berkedip hijau. Sisa tombol input pada baris Preset akan tetap berwarna hijau pekat.
Tombol berkedip hijau pada baris Preset menunjukkan sumber yang dipilih dari output AUX. Untuk mengubah sumber, cukup tekan tombol input lainnya.
Ketika Anda melihat tombol input yang dipilih berkedip hijau, sumber output AUX Anda sekarang ditetapkan dan Anda dapat melepaskan tombol AUX untuk menyelesaikan pemilihan sumber AUX.
Down Stream Key
SE-2850 memiliki dua Down Stream Keyers (DSK1, DSK2). Ini berarti dapat mengambil input video sumber utama dan mengganti bagian putih atau hitam dari gambar ini dengan video dari sumber lain. Jika video input membawa saluran alfa juga dimungkinkan untuk memasukkan cara ini juga.
Pengaturan DSK Sebelum mencoba mengaktifkan fungsi DSK, yang terbaik adalah memahami cara mengatur atau memilih opsi yang tepat untuk sumur produksi Anda sebelum produksi.
Preset DSK dan Program DSK Saat melihat sudut kanan atas SE-2850 Control Panel / Keyboard ada empat tombol DSK. Ini diberi label Program dan Preset.
Kunci DSK1 dan DSK2 atas berhubungan dengan mengaktifkan Down Stream Keying pada output Program.
Kunci DSK1 dan DSK2 yang lebih rendah berhubungan dengan mengaktifkan Down Stream Keying pada output Multi-view atau Preview.
Menetapkan input ke saluran DSK untuk dikunci Menggunakan tombol DSK1 atau DSK2 yang lebih rendah, Anda dapat menetapkan input video yang dipilih ke lapisan video DSK yang dipilih.
Pertama tekan dan tahan tombol DSK yang diperlukan di baris bawah. Baris preset sumber input akan menyala.
Sambil masih menahan tombol DSK, tekan untuk memilih input yang diperlukan dari baris Preset.
Input akan berkedip untuk mengkonfirmasi dipilih.
Picture-In-Picture
Fungsi SE-2850 Picture in Picture memungkinkan Anda menempatkan satu atau dua gambar PIP yang lebih kecil di atas gambar latar belakang ukuran penuh yang dipilih. Gambar PIP yang lebih kecil dapat diatur ke ukuran yang telah ditentukan sebelumnya dan diposisikan hampir di mana saja dalam area layar Pratinjau / Program. Jendela PIP ini juga dapat memiliki batas berwarna yang diterapkan, dan dapat dibawa ke produksi dengan transisi larut PIP standar.
Pengaturan PIP Sebelum mencoba mengaktifkan fungsi PIP, yang terbaik adalah memahami cara mengatur atau memilih opsi yang tepat untuk produksi Anda.
PIP Preset dan Program PIP
Saat melihat di sudut kanan atas SE-2850 Control Panel / Keyboard ada empat tombol PIP. Ini diberi label Program dan Preset. Kunci PIP1 dan PIP2 atas berhubungan dengan pengaktifan gambar Picture In Picture pada output Program. Kunci PIP1 dan PIP2 yang lebih rendah berhubungan dengan mengaktifkan gambar Picture In Picture pada output Multi-view atau Preview. Menetapkan input sumber video ke PIP.
Menggunakan tombol PIP1 atau PIP2 yang lebih rendah, Anda dapat menetapkan input video yang dipilih ke lapisan video PIP yang dipilih.
Pertama, tekan dan tahan tombol PIP yang diperlukan di baris bawah. Baris preset sumber input akan menyala.
Sambil masih menahan tombol PIP, tekan untuk memilih input yang diperlukan dari baris Preset.
Input akan berkedip untuk mengkonfirmasi dipilih.
Pilihan ini juga akan dikonfirmasi pada HDMI Multi-view, dengan label P1 atau P2 ditampilkan di sebelah gambar input yang dipilih. Setelah berhasil mengatur sumber PIP, tekan tombol ENTER di area MENU pada keyboard SE 2850. Arahkan ke opsi Pengaturan PIP menggunakan tombol panah bawah.
Character Generator
Perangkat lunak CG-200 Character Generator memungkinkan produsen untuk membuat overlay profesional dengan laptop Windows atau PC Windows dari mana CG-200 mengeluarkan komputer yang menghasilkan aliran video melalui antarmuka HDMI. Perangkat lunak ini bekerja berpasangan sempurna dengan SE-2850 jika subtitle merupakan persyaratan dalam lingkungan produksi Anda. Silakan ikuti langkah-langkah yang diuraikan di bawah ini untuk mengatur perangkat lunak CG-200 Character Generator dengan SE-2850.
Sambungkan PC Anda ke Saluran 4 atau 8 dari SE-2850 (port HDMI) menggunakan kabel HDMI
Buka MEN-OSD SE-2850 untuk mengatur Standar Video
Pilih "Standar dan Format Input Video" "Input 4/8/12" "MODE HDMI COLOR" "Mode CG -200".
Aktifkan Down stream Key pada Keyboard Kontrol SE-2850.
SWITCHER SONY MVS 3000
Tools Pada Swicther MVS 3000
Window
Pip/window adalah sebuah tool yang ada pada switcher dimana yang berfungsi sebagai menambahkan frame di dalam frame yang dapat diatur letak posisinya, kumpulan dari beberapa window disebut multiviewer. Untuk menampilkan output switcher pada layar monitor disebut window. Window dapat diformat sesuai yang kita inginkan dalam sebuah program, contoh window dapat disetting 2 input kamera menjadi satu display. Dapat pula disetting tinggi, lebar, dan background.
Still
Still image adalah sebuah tool yang ada pada switcher dimana yang berfungsi merecord beberapa gambar berkelanjutan sebagai keyframe untuk menciptakan efek atau menjadi animasi pendek yang dapat disimpan dalam switcher. Salah satu contoh penerapan still image pada program bola / futsal dimana sering kita sebut flass.
Record
Tools dalam switcher yang berfungsi untuk merecord hasil dari mix effect yang disimpan dalam memory switcher yang dapat ditampilkan kembali.
Transisi
Transisi adalah sebuah tool yang ada pada switcher yang berfungsi sebagai perpindahan gambar antar bus yang sangat halus dalam hitungan milidetik, perpindahan video program ke video priview. Contoh penerapan dalam suatu program saat kita mau menampilkan suatu konten / window yang sudah didesain pada preview dan kita mau menaikkan ke program.
Key
Key adalah pemberian efek pada video agar warna tertentu yang ada pada gambar bisa dihilangkan (biasanya hijau atau biru) dan digantikan dengan background yang telah diinput ke switcher berupa gambar ataupun teks. Salah satu contoh penerapan pada suatu program berita olahraga yang ada di studio 5 yang ada layar green screenya.
Crosspoint
Salah satu tools di dalam switcher yang berfungsi untuk merubah sumber sinyal video sesuai dengan kebutuhan kita, berdasrkan sumber source ke no source, contoh dalam penerapan suatu program source 1 diisikan output cam 1 bisa diubah menjadi program.
Snapshot
Salah satu tools didalam switcher yang berfungsi menangkap suatu gambar dan membuat efek tertentu pada gambar yang disimpan tersebut. Hasil tangkapan gambar itu menjadi video pendek dapat diformat sesuai kebutuhan.
Resize
Tools dalam switcher yang berfungsi sebagai memberikan efek pada gambar seperti gambar menyusut, memperbesar, perubahan rasio aspek. Contoh dalam penerapan pada suatu program merubah aspek rasio 4:3, 16:9.
Chroma Key
Tools dalam switcher untuk pencampuran dua bingkai foto bersama dimana warna atau berbagai warna dari satu gambar akan dihapus atau dibuat transparan gambar belakangnya.
Keyframe
Suatu tools didalam switcher yang berfungsi sebagai master untuk menyimpan register foto dan efeknya atau membuat dan mengedit efek pada suatu gambar/template.
PERALATAN DI EFP
Monitor Wohler
Monitor Wohler ini berfungsi untuk melihat gambar setiap camera oleh CCU man. Jumlah monitor 6 unit.
Frame Synchronization
Memberikan sinyal sync pada frame / gambar yang tidak memiliki sync. Contohnya Drone, steadicam, dll. Frame Synchronization For A 9100 jumlahny 3 unit, For A 9500 2 unit, For A 395 2 unit, for A 370 1 unit.
Main Station Clearcom
Sebuah terminal komunikasi yang terdiri dari beberapa channel yang berfungsi membuat grup antar komunikasi. RM jumlahnya 2 unit, MS jumlahny 3 unit.
Routing
Biasanya digunakan Untuk CCU Man untuk memilih camera yang di inginkan untuk ditampilkan di monitor. Jumlah routing HD 4 input jumlah 2 unit, 8 input 1 unit, analog 4 input jumlahnya 1 unit.
Beltpack dan Headset
Berfungsi untuk alat perantara komunikasi mulai dari PD, Kamera, FOH dll. Jumlah baltpack tipe RS 501 jumlahny 11 unit, tipe 601 jumlahnya 24 unit, tipe 701 jumlahnya 9 unit. Headset doubel tipe cc 400 jumlahny 12 unit, single tipe cc 95 jumlahnya 34, single tipe cc 300 jumlahnya 55 unit.
Converter (HD10MD4,HD10DA,3GAMA,HI5)
HD10MD4
Alat untuk mengconvert sdi to analog. Jumlahnya 4 unit.
HD10DA
Alat untuk mendistribusikan dari satu input sdi menjadi banyak output sdi. Jumlah 4 unit.
3GAMA
Alat untuk menyatukan video dan audio (embed). jumlah 3 unit.
HI5
SDI to HDMI. Jumlah 18 unit.
Waveform (Multimonitor)
Sebagai pengontrol Video, Audio, maupun warna. Jumlah 4 unit.
Multiviewer
Suatu alat yang didalamnya terdapat Card, terdiri dari bebebrapa input, Berfungsi untuk memperbanyak tampilan sehingga tidak perlu membutuhkan banyak monitor untuk preview. Tipe MV Evertz jumlah 1 unit, MV Kaleido jumlahnya 2 unit.
Embedder
Berfungsi untuk menyatukan 2 data menjadi satu keluaran data. Contoh : data video output switcher dan audio output mixer ditanam menjadi 1 dan hasil inilah yang disebut embed dan data tersebut dikirim ke NOC. Contoh : IQ Modular dan Embeder Portable AJA.
Genlock / Reff
Mensinkronkan antar input, sehingga tidak ada gambar yang jumping (loncat) bentuknya seperti sinyal, agar tampilan tidak goyang naik turun. Contoh : Kramer dan videotek.
Speaker
Speaker atau pengeras suara memiliki fungsi untuk merubah gelombang elektrik atau listrik menjadi audio atau gelombang suara. Fungsi tersebut bisa berjalan normal selama komponen-komponen di dalamnya bekerja dengan baik dan sebagaimana mestinya, contoh speaker Genelec. Jumlahnya 8 unit.
Humbacker
Adalah suatu alat dalam brodact yang berfungi menetralisir noise pada gambar akibat kelebihan tegangan dari sumber yang berbeda.
Toolkit
Kumpulan dari beberapa peralatan elektronik yang berfungsi sebagai pendukung dalam suatu perbaikan suatu alat .
Raincoat
Alat pelindung kamera dari hujan ketika berada di outdoor.
CAMERA DAN OPERATIONNYA
KAMERA EFP DAN AKSESORIS
Kamera EFP adalah kamera yang umumnya digunakan untuk produksi non berita. Kamera ini biasanya digunakan untuk produksi konser, talk show, dan lain-lain. Ciri-ciri dari kamera ini adalah dilengkapi dengan aksesoris seperti tripod, crane atau jimmy jib dan terkadang dilengkapi juga dengan zoom servo, view finder dan juga intercom.
Lensa
Lensa kamera merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya. Lensa pada kamera berfungsi sebagai sebuah mata bagi kamera, hal yang paling utama dalam menentukan apa dan bagaimana kamera akan melihat subjek dan seberapa baik pandangan yang ditransmisikan ke chip sensor kamera. Lensa mempunyai fungsi menangkap obyek secara optik yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera (nantinya oleh tabung kamera diubah lagi dari optik ke elektrik).
Ada beberapa kontrol yang dapat dilakukan lewat lensa saat pengambilan gambar, yakni zooming dan focus. Zooming adalah pergerakan lensa kamera sehingga membuat gambar terlihat seolah-olah kamera mendekat atau menjauhi subyek, pergerakan tersebut dilakukan oleh lensa secara optik dengan mengubah panjang focal lenght dari sudut pandang sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle). Zooming dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara manual dengan memutar ring zoom pada lensa dan kedua dengan menggunakan tombol zoom servo yang ada pada handle camera sehingga terjangkau jari pada waktu mengoperasikan kamera.
Focus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Gambar dikatakan fokus apabila proyeksi gambar yang dihasilkan oleh lensa jatuh di permukaan tabung atau CCD jelas dan tajam. Sehingga nampak juga di view finder dan monitor kamera/LCD.
Lensa kamera memiliki beberapa jenis, antara lain lensa wide dan lensa standar. Lensa sudut lebar (wide-angle lens) adalah salah satu jenis lensa pada kamera yang mencakup sudut gambar yang luas sehingga lensa ini bisa menangkap objek yang luas dalam satu bidang gambar. Lensa standar menangkap gambar yang dekat sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata manusia.
Lensa Canon HJ14ex4.3B IRSE
Lensa Canon HJ22ex7.6B IRSE A
Lensa Fujinon HA14x4.5BERM-M6B
Lensa Fujinon HA23x7.6BERM-M6
Zoom Ratio, Range Of Focal Length, dan Extender Pada Lensa
Zoom ratio pada kamera menunjukkan berapa besar sebuah kamera dapat mengubah fokus untuk mengambil foto pada jarak jauh. Jika pada kamera tertera zoom ratio 3x, ini berarti kamera tersebut dapat mengubah focal length (panjang fokus) kamera hingga 3 kali lipat, dari 35 mm sampai 105 mm misalnya.
Sedangkan focal length (panjang fokus) menjelaskan jarak antara lensa dengan sensor gambar di belakangnya. Focal length adalah kemampuan lensa dalam melihat dan mengambil suatu gambar. Semakin pendek focal length, semakin jauh jarak gambar dari lensa, semakin luas gambar yang dapat dilihat oleh lensa. Sebaliknya, semakin panjang focal length, semakin dekat gambar dari lensa, tetapi semakin sempit gambar yang dapat dilihat oleh lensa.
Extender lensa adalah fasilitas yang berfungsi untuk memperpanjang jangkauan focal length sebuah lensa.
Head Camera
Head camera berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk mengubah gambar optik yang dihasilkan lensa menjadi sinyal elektrik.
Ikegami HDK-55
Ikegami HDK-73
Sony D-55
Perbedaan CCD dan CMOS
Sensor CCD (Charge-Coupled Device) maupun CMOS (Complimentary Metal-Oxide Semiconductor) berfungsi sama yaitu mengubah cahaya menjadi elektron.
Pada sensor CCD, elektron dikirimkan ke dalam sebuah chip dan sebuah konverter analog ke digital untuk mengubah setiap nilai pixel menjadi nilai digital. Sedangkan pada sensor CMOS, ada beberapa transistor dalam setiap pixel yang memperkuat dan memindahkan elektron menggunakan kabel. Oleh karena itu, sensor CMOS lebih fleksibel karena membaca setiap pixel secara individual. Namun, sensor CCD memerlukan proses pembuatan secara khusus untuk menciptakan kemampuan memindahkan elektron ke chip tanpa distorsi. Sehingga sensor CCD menjadi lebih baik kualitasnya dalam ketajaman dan sensitivitas cahaya. Sedangkan chip sensor CMOS dibuat dengan cara yang lebih tradisional dengan cara yang sama untuk membuat mikroprosesor.
Prinsip Kerja Sensor CCD
Prinsip Kerja Sensor CMOS
Kelebihan Sensor CCD
Matang secara teknologi
Desain sensor sederhana (lebih murah)
Sensitivitas tinggi (termasuk dynamic range)
Tiap piksel punya kinerja yang sama (uniform)
Kekurangan Sensor CCD
Desain sistem keseluruhan (CCD plus ADC) jadi lebih rumit dan boros daya
Kecepatan proses keseluruhan lebih lambat dibanding CMOS
Sensitif terhadap smearing atau blooming (kebocoran piksel) saat menangkap cahaya terang
Kelebihan Sensor CMOS
Praktis, keping sensor sudah termasuk rangkaian ADC (camera on a chip)
Hemat daya berkat integrasi system
Kecepatan proses responsif (berkat parralel readout structure)
Tiap piksel punya transistor sendiri sehingga terhindar dari masalah smearing atau blooming
Kekurangan Sensor CMOS
Proses pematangan teknologi (untuk menyamai kualitas CCD perlu biaya besar)
Piksel dengan transistor didalamnya menurunkan sensitivitas piksel (area penerima cahaya menjadi berkurang)
Piksel yang mampu mengeluarkan tegangan sendiri kurang baik dalam hal keseragaman kinerja (uniformity)
Adaptor Camera
Adaptor camera berfungsi sebagai power untuk menghidupkan kamera. Terdapat dua pilihan untuk memberikan suplai power ke kamera, yaitu dengan external power atau dengan power melalui kabel FO / triax dari base station.
Ikgeami FA-55
Ikegami FA-300
Sony
Base Station / CCU
Base Station (BS) / Camera Control Unit (CCU) merupakan bagian dari proses produksi. Berfungsi untuk memberikan sumber tegangan pada kamera EFP, memproses data yang dikirim melalui kabel ke kamera dan dari kamera, serta dapat digunakan untuk mengontrol berbagai parameter kamera dari jarak jauh.
OCP & RCP
Operation Control Panel (OCP) / Remote Control Panel (RCP) adalah suatu alat kontrol kamera dengan multifungsi, seperti joystick untuk pengaturan iris dan master black adjustment serta menu lainnya.
Instalasi Dasar Pada Ikegami BSF-300
View Finder
View finder merupakan monitor kecil sebagai jendela pengamat kita untuk bisa melihat obyek yang masuk ke dalam kamera. View finder biasanya disertai informasi fasilitas dan indikator pada saat rekaman, seperti indikator posisi kamera record atau pause/stand by, white balance, iris, dan battery atau kaset habis dan lain sebagainya.
Side View Finder
Top View Finder
Remote Zoom
Zoom berfungsi memperbesar gambar, sedangkan remote zoom berfungsi memudahkan perbesaran (zoom in / zoom out) gambar ketika menggunakan tripod.
Remote Focus
Fokus merupakan salah satu fungsi pada kamera untuk memfokuskan gambar, sedangkan remote focus berfungsi memudahkan proses memfokuskan (focusing) gambar ketika menggunakan tripod. Remote focus dilengkapi dengan gear focus.
Tripod Plate
Tropod plate atau yang bisa disebut cradle merupakan aksesoris yang berfungsi untuk memasang atau menyangkutkan kamera pada tripod.
Tripod
Tripod kamera atau yang sering disebut sebagai kaki tiga adalah salah satu dari aksesoris kamera yang memiliki bentuk stand berguna untuk menopang pada body kamera.
Headset
Headset adalah sebuah perangkat audio yang memiliki dua device yang digabungkan menjadi satu. Dimana pada headset terdapat perangkat input yakni microphone dan perangkat output yaitu speaker. Berfungsi sebagai perantara komunikasi mulai dari PD, Kamera, FOH, dll.
PRINSIP KERJA CAMERA
Kamera EFP merupakan alat perekam beresolusi Full HD (1080i) dengan frame rate bervariatif dari 2 fps sampai 120 fps. Kamera EFP menggunakan unit pengatur yang disebut dengan CCU (camera control unit) kamera , EFP memiliki monitor sendiri yang disebut dengan top viewender dan juga side viwender. Fungsi kamera pada prinsipnya mengubah informasi optic menjadi informasi elektik kemudian diteruskan kemonitor menjadi gambar .
Prinsip kerja kamera video dapat digambarkan sebagai berikut:
Lensa menangkap gambar, lalu diteruskan ke bagian panel penangkap gambar. Penangkap gambar atau biasa disebut sensor Charge Couple Device (CCD), yang juga berfungsi sebagai view finder, mengirimkan gambar ke LCD.
Gambar yang ditangkap oleh lensa, dilewatkan pada filter warna yang kemudian akan ditangkap oleh CCD atau sensor gambar. Jarak antara lensa dan sensor ini dikenal dengan istilah focal length. Jarak ini pula yang akan menjadi faktor pengali pada lensa.
Tugas CCD adalah merubah sinyal analog (gambar yang ditangkap oleh lensa) menjadi sinyal listrik. Pada CCD ini terdapat jutaan titik sensor yang dikenal dengan pixel.
Gambar yang ditangkap oleh sensor CCD diteruskan ke bagian pemroses gambar yang tugasnya memroses semua data dari sensor CCD menjadi data digital berupa file format gambar, serta melakukan proses kompresi sesuai format Di bagian ini selain chip set yang berperan, software (firmware) dari kamera yang bersangkutan juga menentukan hasil akhir gambar.
Proses yang terakhir adalah mengirimkan hasil file gambar dalam format yang dipilih ke bagian penyimpanan (storage) atau memory card.
Phase Alternate Line (PAL), sistem inilah yang di gunakan di Indonesia dan Eropa. Sistem ini memiliki spesifikasi kemampuan merekam gambar 625 garis perdetik, 25 frame per second dan sumber tenaga listrik 50 hertz.
ADJUSMENT CAMERA
Pada dasarnya gambar yang ditangkap oleh kamera adalah luminance dan key. Luminance adalah tingkat itensitas cahaya yang dapat dihasilkan, luminance mewakili kecerahan dalam suatu gambar. Sedangkan key adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan exposure yang dominan terang atau gelap. Sebelum digunakan kamera memerlukan adjusmant terlebih dahulu agar gambar yang dihasilkan menjadi maksimal, sebelum adjusmant kamera ada dua hal yang harus di perhatikan yaitu white balance dan black balance.
Auto White Balance
White balance merupakan sebuah fungsi yang ada dalam sebuah kamera untuk menentukan warna putih yang sesungguhnya dari obyek yang diambil sehingga warna keseluruhan akan tampak natural. Jika kamera sudah tahu warna putih yang benar, maka kamera tersebut akan dapat menentukan warna yang lain dengan benar karena warna yang lain juga berpedoman pada warna putih.
Warna putih adalah merupakan perwakilan dari seluruh warna yang akan ditangkap oleh kamera, kita memerlukan white balance karena kondisi cahaya pada waktu on air berubah - ubah, pada intinya kamera menerima cahaya dari 3 warna primer (RGB) red, green, blue. Bila ketiga warna ini dipadukan dalam perbandingan yang sama, maka akan menghasilkan warna cahaya yang putih, itulah mengapa white balance dibutuhkan.
RGB juga mempunyai arti, mengapa disebut RGB? Bukan RBG atau BGR? Ini ada hubungannya dengan Human Skin Tones (warna kulit manusia) di mana didominasi oleh elemen warna merah (RED), lalu hijau (GREEN), dan terakhir biru (BLUE) atau dikenal dengan rumus R>G>B. Itulah mengapa dalam tehnik Chroma Key digunakan latar belakang warna biru atau hijau bukan merah. Untuk itulah di beberapa kamera video dilengkapi filter koreksi warna dan white balance yang dipasang di antara lensa dan tabung kamera. Pada umumnya kamera video dilengkapi 2 filter koreksi untuk outdoor dan indoor. Tetapi ada juga yang dilengkapi 4 jenis filter koreksi warna.
White balance harus di lakukan jika:
Kamera baru di hidupkan
Keadaan cahaya berubah misalnya dari cahaya matahari ke cahaya buatan
Ketika menggunakan lighting studio
Ketika syuting dari indoor ke outdoor dan sebaliknya
Cara mengatur white balance secara umum di lakukan dengan:
Atur filter sesuai kondisi cahaya
Arahkan kamera ke obyek berwarna putih, usahakan jangan yang memantul
Atur iris dan focus
Kemudian tekan tombol ”white balance”
Pada kebanyakan kamera fungsi white balance ini dapat dilakukan dengan otomatis (auto white balance) atau bisa juga menggunakan preset (pengaturan) pabrik dan juga bisa dilakukan secara manual. Jika white balance salah, maka gambar yang dihasilkan akan salah pula, misalnya gambar akan cenderung oranye, kebiru-biruan atau yang lainnya. White Balance harus dilakukan pada awal sebelum kita melakukan pengambilan gambar.
Auto Black Balance
Black balance adalah sama seperti pengaturan pada white balance. Jika white balance memberi rujukan kamera ke arah warna putih maka black balance memberi rujukan ke warna hitam. Black balance juga mesti dilakukan pada awal sebelum kita melakukan pengambilan gambar,bilamana ‘filter’ dan ‘gain level’ serta juga keadaan cahaya di ubah atau berubah. Black balance yang tidak sempurna akan menunjukan warna warna yang tidak sempurna terutama pada area gelap pada gambar yang direkam.
Cara mengatur black balance
Pertama tama atur white balance
Kemudian atur black balance
Terakhir atur kembali white balance
Sering kali, jika menggunakan white balance yang ditetapkan ke mode Auto yang secara umum juga dikenal sebagai Auto White Balance (AWB), warna dalam foto akan mendekati warna yang dilihat secara kasat mata. Namun demikian, untuk sebagian gambar Auto tidak dapat melakukan koreksi yang sesuai, sehingga menghasilkan warna yang digambarkan secara berbeda dari yang dilihat. Apabila hal ini terjadi, pilih pengaturan white balance di antara opsi preset. Anda akan memiliki beberapa opsi, misalnya “Daylight”, “Shade”, “Cloudy”, “Tungsten light”, “White fluorescent light” dan sebagainya.
Perbedaan di antara berbagai preset white balance :






